Senin, 29 Oktober 2012

PERANG LOMBOK


 Perang Lombok 
7.10.1.Latar Belakang Perang Lombok 
Dikeluarkannya berbagai peraturan oleh kerajaan Mataram yang bertujuan untuk memantapkandan menegakkan kekuasaannya, telah membawa kesengsaraan dan penderitaan bagi rakyat Sasak. Adapun peraturan tersebut di antaranya:(1) peraturan tentang pertanahan, (2) MENGHAPUS GELAR "RADEN" BAGI ORANGSASAK, (3) MENGHAPUS PRASASTI DAN SILSILAH BAGI ORANG SASAK, (4)memperluas perjudian sabung ayam, (5) pembagian harta, peninggalan, (6) pemberian gelar "Jero" bagi pimpinan Sasak, (7) pemerasan tenaga kerja untuk pengabdian kepada raja.S ebelumnya, peperangan demi peperangan dilakukan oleh orang Sasak untuk menyerang orang Bali tetapi tidak pernah berhasil karena tidak ada persatuan. Peperangan tersebut adalah:1.Peperangan Praya I, yang dipelopori oleh keturunan Arya Banjar.2.Peperangan Kopang dengan gugurnya seorang pahlawan Sasak Mamiq Mustiasih, adik dari Mamiq Mustiaji.3.Peperangan Batukliang dengan gugurnya pemuka desa Batukliang Jero Ginawang.4.Peperangan Sakra yang dipimpin oleh Mamiq Nursasih dan TuanGuru Haji Ali.Peristiwa-peristiwa tersebut mengakibatkan kekuasaan Bali diLombok semakin melemah, karena di sisi lain mereka juga disibukkan dengan mengirim bala bantuan ke Karangasem Bali yang sedang berperang dengan kerajaan Klungkung.
7.10.2.Perlawanan Praya
Pada tangga l8Agustus 1891 M (2Muharram 1309 H) Mataram Guru Bangkol (Guru Ismail) bergerak menuju medan pertempuran di Pakukeling dekat Kediri. Adapun sebab-sebab pemberontakan Praya adalah: (1) pemerintahan Mataram semakinsewenang-wenang, (2) dendam sejak Perang Praya I, (3)terbunuhnya seorang ulama bernama Guru yang oleh perbekel Bali diPraya tanpa kesalahan yang nyata. Dari sebab tersebut, yang palingmenyakitkan adalah sebab yang ketiga, ketika Guru Bangkol meminta keadilan, ditolak oleh raja Mataram, maka diputuskan untuk mengangkat senjata.Pertempuran di Pakukeling, pasukan Guru Bangkol berhadapan dengan pasukan A.A. Made Karangasem, putra sulung Anak Agung Gde Ngurah Karangasem. Pada pertempuran tersebut pasukan Bali dengan persenjataan yang lengkap dapat menghalau Guru Bangkol sampai ke Praya (H. Lalu Lukman,2007). Pasukan Bali melanjutkan penyerangan, akan tetapi Praya telah dikosongkan.Semua pasukan mengungsi ke desa-desa di sekitamya, kecuali: GuruBangkol, Mami, Sapian, Haji Yasin, Mami' Diraja, Amaq Gewar,Amaq Semain, dan seorang lagi, Amaq Tombok yang tetap mempertahankan masjid Praya.Kota Praya tetap dikepung, namun ketujuh orang yang menjaga masjid berganti-ganti untuk memerangi musuh yang mengepung masjid. Jika sudah lelah melayani musuh, lalu diganti dengan yang lain. Selama berminggu-minggu orang Bali mengepung masjid Praya, namun tidak dapat juga direbut. Orang-orang Bali tidak berani maju dan selalu mengandalkan orang-orang Sasak yang masih setia kepada mereka untuk menjadi pemuka dalam pertempuran.Sebuah keanehan terjadi, meskipun dikepung selama berminggu-minggu oleh pasukan Bali beserta bantuan pasukanSasak, mereka tetap tidak mampu menguasai Praya. Sebenarnya strategi yang dipergunakan oleh tujuh pahlawan tersebut adalahdengan membuat sebuah bubungan yang digerak-gerakkan olehorang-orang bersenjata, sehingga semuanya tampak bergoyangdahsyat.Akhirnya secara berangsur-angsur, rakyat yang telahmengungsi kembali memasuki kota untuk mempertahankan kotaPraya. Hal ini menimbulkan kecurigaan Anak Agung Made terhadapkesetiaan pasukan Sasak yang membantunya.Karena kesal, ia mengeluarkan ancaman: jika pemberontakanPraya selesai, maka semua Haji, semua Guru, dan semua pemukaSasak akan dimusnahkan. Sedangkan yang lainnya akandiseberangkan ke Bali dan ditempatkan di lereng-lereng gunung danhutan di Bali. Ancaman tersebut secara berturut-turut dilakukanterhadap:1.Praya.Memanggil Mamiq Ardita yaitu keluarga dari Guru Bangkoldengan tuduhan yang dibuat-buat kemudian disingkirkan.2Batukliang.Memanggil Mamiq Wirata (Jero Buru) keluarga MamiqGinawang karena tidak lagi dianggap setia kepada raja Bali, laludibawa ke Cakranegara dan semuannya dibunuh.3. Kopang.Mamiq Mustiaji dari Kopang dan Mamiq Mustiasih besertadua orang pengikutnya yang bernama Haji Husen alias GuruImam dan Jero Ginawa alias Mamiq Ramelah. Tetapi merekadapat meloloskan diri pulang kembali ke Kopang.4.Sakra.Tuan Guru Haji Ali dari Sakra, yang setia membantu Anak Agung Made dalam menyerang Praya, tetapi beliau mampumeloloskan diri pulang ke Sakra.
7.10.3.    Persatuan Sasak 
Kegagalan-kegagalan yang selama ini dialami oleh rakyatSasak ternyata karena memang belum adanya persatuan. Melalui perundingan di Kopang akhirnya mereka mau bersatu untuk menata dan menyusun strategi serta melakukan perlawanansecara menyeluruh terhadap kekuasaan Bali. Para pemuka Sasak yang mengadakan pertemuan di desa Kopang dan sekaligus bertanggung jawab atas wilayahnya antara lain:1. Mamiq Mustiaji dari Kopang.2. Guru Bangkol dari Praya.3. Mamiq Ginawang*dariBatuliang.4. Mamiq Nursasih dariSakra.5. Raden Melaya Kusumadari Masbagik.‡6. Raden Wiranom dariPringgabaya.Dalam musyawarahtersebut diputuskan untuk membantu Praya dan mengangkat. TuanGuru Haji Ali Batu dari Sakra sebagai panglima perang. Kemudian para pemuka Sasak mengalihkan perhatian Anak Agung memperluasmedan perang, bukan saja di kota Praya. Aturan penyeranganditetapkan sebagai berikut:
Ø Penyerangan ke Pringgarata dilakukan oleh pasukan Masbagik, Rarang dan Kopang. Pertempuran pun berkecamuk di sebelah barat Pringgarata, di desa Sintung. Di desa Sintung tersebut Pewanga Anak Agung dan pengiringnya diserang sampai kocar-kacir. Tetapi Anak Agung dapat meloloskan diri., Sebuah pecanangan direbut oleh pasukan Kopang yang dipimpin oleh Haji Abas, lalu dibawa ke Kopang sebagai bukti.
Ø Penyerangan pasukan Bali di Praya ditangani oleh pasukan Sakradi bawah pimpinan Tuan Guru Haji Ali. Setelah berhasil merebut Puyung, tepatnya di desa Peku Keling dekat Kediri, Tuan GuruHaji Ali terluka. Beliau lalu dibawa kembali ke Sakra. Anak Agung berhasil meloloskan diri ke Narmada. Semua orang Bali ditugaskan oleh Anak Agung menjadi pengamat dan pengawas di setiap desa. Semua orang dibunuh, kecuali beberapa penduduk desa yang karena hubungan baik dibiarkan tetap hidup, namun haru~,meninggalkan desa itu.Pihak Bali di Lombok kemudian mendatangkan sebanyak 1.200 orang dibawah pimpinan Gusti Jelantik, putra dari Raja Karangasem Bali. Pasukan inilah yang balik menyerang dengar.Menguasai desa demi desa hingga jauh masuk ke Timur Juring,kecuali Praya yang sulit dijebol. Serangan juga diarahkari sampai ke Mujur dengan sasaran akhir Sakra. Sedangkan di sebelah utara, prajurit Mataram memporak-porandakan Mantang, Kopang, Rarang,Suradadi hingga ke Kotaraja dengan sasaran akhir Masbagik dan Pringgabaya. Akibat serangan pasukan Bali ini, seorang pahlawan Sasak yang bernama Mamiq Mustiasih, adik dari Mamiq Mustiaji gugur. Setelah itu pertempuran agak mereda, namun masing-masing pihak tetap dalam keadaan waspada.Dengan luasnya wilayah yang terlibat sehingga peperanganini disebut Perang Lombok Pada masa ini penderitaan panjangdialami oleh masyarakat Sasak. Sawah ladang terbengkalai. sehinggaterjadi kekurangan bahan makanan dan kelaparan pun terjadid iman-mana.

7.10.4.Meminta Bantuan
Dalam Pertemuan pemuka-pemuka Sasak di Kopang tangga l9 Desember 1891 M (bulan ketujuh Jumadil Awal 1309 H) juga memutuskan untuk minta bantuan persenjataan ke Belanda yang adadi Bali, karena terbukti bahwa pihak Mataram melakukan kontak dengar Inggris di Singapura untuk pembelian senjata dalam melawan orang-orang Sasak. Adapun surat tersebut ditandatangani pada tanggal 9 Desember 1891 M oleh ketujuh pemuka Sasak yaitu Djero Mudtiadji, dari Kopang, Guru Bangkol dari Praya, Mamiq Noersasih dari Sakra, Mamiq Ginawang dari Batukliang, Raden Ratmawa dari Rarang, Mamiq Wiranom dari Pringgabaya dan Raden Malaya Koesoema dari Masbagik Surat tersebut semakin memperkuat alasan Belanda untuk ikut campur menyelesaikar permasalahan di Lombok. Akan tetapi pihak Belanda di bawah pimpinan GGMC. Pijnacker Hordijk tidak dapat berbuat apa-apa. Hal itu disebabkan oleh beberapa hal:
a.       Padahal perjanjian 7 Juni 1843M menyatakan bahwa "pulau Selaparang adalah milik dan kepunyaan Gubernement  Belanda"
b.      Sibuk menghadapi perang Aceh dan takut kepada Inggris.Sementara pelanggaran-pelanggaran pihak Mataramdibiarkan seperti:
·                  Tahun 1891 M Mataram mengirim bantuan ke Bali untuk membantu Karangasem melawan Klungkung tanpa pemberitahuan Gubernur Jenderal.
·         Pemberontakan 2Agustus 1891 M tidak dilaporkan oleh Mataram kepada Belanda.
·         Februari 1892M, kontrolir Liefrinck bermaksud datang keMataram, tetapi ditolak oleh raja.
·         Anjuran Belanda supaya Mataram tidak mengimpor senjatadengan menggunakan kapal laut tidak dihiraukan.
·         Mei 1982M residen Bali dan Lombok datang ke Lombok meminta keterangan tentang pengaduan orang Sasak ditolak oleh raja. .
·         Raja Mataram berusaha agar Inggris turut campur ke dalammasalah kontrak tahun 1843M. Kemudian kembali lagi Belandaikut campur tahun 1893M yang diwakili oleh Hordijk untuk mendamaikan rakyat Sasak dengan Mataram. Tetapi ditolak oleh Mataram. Kali ini Raad van Indie marah dan menempuh jalan kekerasan.Kontrolir Liefrinck kemudian mengambil inisiatif dengan mendarat lewat Labuhan Haji (sebuah pantai di sebelah selatan Lombok Timur). kemudian melaporkan bahwa:
·         Di Lombok rakyat Sasak terancam kelaparan
·         Aktivitas penyerangan dari rakyat Sasak sudah berkurang danhanya bertahan di pos masing-masing.
·         Pos-pos rakyat di Praya setiap hari mendapat serangan dariMataram sementara rakyat kelaparan.
·         Pemimpin-pemimpin dan rakyat Sasak telah bertekad tidak akanmenyerah terhadap Mataram.
·         Di pihak A.A. Made bertekad sehabis perang akan membunuhsemua pemimpin Sasak terkemuka dengan keluarganya serta parahaji agar tidak ada yang menganjurkan pemberontakan.
·         Menurut Liefrinck rencana A.A. Made pasti akan dilaksanakan,terbukti dengan pemanggilan dua orang pemuka Sasak dibunuh oleh A.A. Made.
7.10.5.Tuntutan Belanda
Mengetahui laporan tersebut, Gubernur Jenderal memutuskan untuk ikut campur yang tidak dapat ditunda lagi. Pada tanggal22 Mei 1894 M, Gubernur Jenderal mengirim surat kepada menteri koloni Bergsma bahwa Belanda akan campur tangan untuk memperbaiki nasib rakyat Sasak. Akan tetapi sebelum menggunakan kekerasan Gubernur Jenderal Van Der Wijck memerintahkan residen Bali dan Lombok untuk menuntut Mataram sebagai berikut:
·                  Raja Mataram minta maaf dan menyatakan penyesalannya atas perbuatan raja yang tidak senonoh kepada Gubernur Jenderal.
·                  Raja Mataram akan menuruti perintah Gubernur Jenderal dengan tepat
·                  Penerimaan campur tangan dalam keadaan yang rumit diLombok.Berdasarkan laporan dari J.H. Liefrinck, Gubernur Jenderal diBetawi memerintahkan residen di Singaraj a untuk datang sendiri keMataram membawa surat tuntutan (ultimatum) yangkeberangkatannya terjadi pada tanggal 27 Mei 1894 M. Upaya perundingan yang diprakarsai oleh Belanda untuk mempertemukanorang Sasak dengan Mataram Berakhir buntu. Orang-orang Sasak meminta orang-orang Bali dipulangkan ke negerinya. Kemudian pada tanggal 9 Juni 1894 M residen menyerahkan tuntutan yang bunyinya:
1.      Permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas sikap yang kurang pantas yang selalu diambil terhadap Gubernemen dan petugas- petugasnya.
2.      Jaminan terhormat, agar pemerintah kerajaan (Vorsten Bestuur)selalu ditaati pihak Mataram. Pihak Mataram harus mengikutisegala "perintah dari Gubernur Jenderal sebagai pelaksana dari pemerintah atas seluruh Hindia Belanda, Di Mana Lombok Termasuk Bagian Dari Kekuasaannya.
3.              Anak Agung Made Diminta Untuk Bertanggungjawab Dan Bersedia Untuk Diasingkan Ke Pulau Lain.
4.              Menggunakan Perantara Residen Untuk Mengakhiri Kekacauan Dilombok Dan Berjanji Akan Tunduk Dibawah peraturan yangdikehendaki oleh residen, demi kepentingan tugas.
5.              Peletakan jabatan raja yang sudah tua digantikan oleh penggantinya yang sah.
6.              Kesediaan untuk melaksanakan penandatanganan kontrak politik yang baru, sesuai dengan kehendak Gubernur Jenderal.
Pembayaran semua ongkos ekspedisi.Tuntutan-tuntutan tersebut di atas harus dijawab oleh raja dalam waktu 3hari. Pada tanggal 11 Juni 1894 M, raja meminta penundaan jawaban dalam waktu yang tidak terbatas. Permintan iniditolak pihak Belanda, karena pada tanggal 13Juni 1894 M, residen berangkat meninggalkan Lombok dan kembali ke Singaraja dengan tidak membawa hasil apapun. Belanda kemudian mengirimkan pasukan untuk memerangi kerajaan Mataram di Lombok. Dalam bulan agustus 1894 M, Belanda mengirimkan kapal perang-dengan pasukan bersenjata lengkap di bawah pimpinan Jenderal Van Ham, para perwira kebanyakan terdiri dari orang-orang Belanda,sedangkan serdadunya terdiri dari orang Jawa, Ambon dan Manado.


7.10.6. Terbunuhnya Anak Agung Made
Dalam Keadaan siap gempur tersebut, pasukan Belandaditurunkan dari kapal ke pantai sebelah utara Ampenan, di sekitar Pondok Prasi. Sedangkan para pemimpinnya menghadap raja dengan permintaan supaya.pihak kerajaan takluk dan menandatangani surat penyerakan. Melihat kekuatan pihak Belanda yang tidak mungkinterkalahkan, maka raja terpaksa menyetujui untuk berdamai, dengansyarat diantaranya bahwa pihak Belanda masih mengakui kedaulatankerajaan Mataram atas Pulau Lombok. Kerajaan Mataramdibebankan ganti rugi sebesar 1 juta Gulden, sedangkan penyerahanAnak Agung Made Karang Asem tidak terlaksana karena ketikaterjadi pergolakan politik itu ia meninggal dunia.Berita tentang kematian Anak Agung Made sendirimengandung teka-teki sampai kini. Di masyarakat beredar beberapaspekulasi tentang kejadian yang menyebabkan tewasnya anak rajayang saat itu menjadi incaran Belanda tersebut. Berikut akandiuraikan secara garis besar beberapa versi tersebut:
a.               Anak Agung Made telah melakukan Gamia Gamana (melakukan hubungan badan dengan salah satu anggota keluarganya), makamenurut hukum kerajaan mereka harus dihukum mati, meskipun pelakunya anggota keluarga raja.
b.      Menurut Belanda dalam buku "Lombok Expeditie" tulisan W.Cool tahun 1896 M, bahwa Anak Agung Made tewas karena terbunuh dengan keris.
c.               Anak Agung Made Karangasem, tidak rela diserahkan keBelanda, karena ia adalah seorang kasta ksatria, maka lebih baik mati. la diduga bunuh diri.Dengan demikian terjadilah perdamaian itu, maka kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan upacara peringatan yang juga dihadiri oleh pemuka-pemuka Sasak yang dilangsungkan padatangga126 Agustus 1894 M. Pasukan Belanda yang diturunkan dari kapal membuat perkemahan di sebelah barat Karang Jangkong dansebagian menduduki posisi di tanah lapang di muka Pura Meru yang berhadapan dengan Puri Ukir Kawi di Cakranegara.


7.10.7.Sebab Kekalahan Mataram
§    Mulai tumbuh kesadaran di kalangan orang Sasak akan pentingnya makna persatuan.
§    Sejak terjadi peperangan antara Mataram-Sasak, kerajaanMataram tidak pemah mendapat bantuan secara tulus dari para pendukungnya.
§    Pada akhir pemerintahan raja tua, A.A. Gde Ngurah Karangasemtidak mampu mengendalikan salah seorang anaknya, A.A. Made,yang terlalu memburu harta. Sedangkan putra mahkota, A.A.Ketut Karangasem, tidak berdaya.
§    A.A. Made dan A.A. Ketut Karangasem merasa malu. Kenyataan bahwa ketika perang di Praya selama tiga bulan melawan tujuhorang saja mereka tidak mampu menang, padahal pihak Matarammenggunakan berbagai persenjataan modem, hal itu menurunkan moral pihak Mataram.
§    Orang-orang Sasak yang membantu Bali tergetar hatinya uanruntuh moralnya ketika mendengar kumandang jihad fisabilillah.Akibatnya banyak orang Sasak yang berbalik haluan danmembangun Sasak bersatu.
§    Orang Sasak keberatan dikirim berperang melawan KlungkungBali.
§    Dalam beberapa peperangan yang mendatangkan malapetaka, pihak Mataram selalu meminta bantuan dari Bali. Di sisi lain, diBali sendiri terjadi perang antar kerajaan.
§    Jasa jasa baik Belanda untuk menawarkan perdamaian ditolak oleh Mataram.

  1. PERLAWANAN TERHADAP  PEMERINTAHAN BELANDA
Munculnya kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh pihak Belanda membuat rakyat semakin merasa tidak puas. Sebagian besar rakyat merasa kehormatannya dicampakkan. Sikap tidak puasitu memuncak, sehingga terjadi perlawanan dimana-mana. Demimembela kebenaran dan keadilan, rakyat Sasak bertekad perangfisabilillah. Perlawanan dan pemberontakan itu antara lain adalah:

1.1.Pemberontakan Sesela
Meletusnya perlawanan rakyat di Sesela terhadap pemerinthan Belanda disebabkan oleh;
1)             Adanya kewajiban membayar pajak yang sangat memberatkan rakyat,(2) adanya ketidakadilan dari sisi penegakan hukum,
2)             Sikap  angkuh dan tidak sopan penguasa (Belanda) yang merendahkanharga diri masyarakat Sasak. Oleh sebab itu, rakyat Sesela di bawah pimpinan Amaq Nurisah kemudian mengadakan penyerangan ke pihak Belanda, sehingga seorang controleur Belanda tewas dan controleur lainnya luka-luka. Akan tetapi pihak Belanda segera mendatangkan bala bantuan. Amaq Nursiah tewas dan seluruh perlawanan akhirnyad apat lumpuhkan. Dari sudut pandang rakyat desa Sesela adalah wajar danwajib hukumnya melawan Belanda. Sebab menurut ajaran agamaIslam, pemerintah Belanda dianggap kafir dan tidak boleh diikuti, lebih-lebih pemerintahannya zalim dan tidak adil.

1.2.Pemberontakan Desa Gandor (Lombok Timur)
Sebenarnya, Meletusnya perlawanan rakyat di Gandor dipicuoleh sesuatu yang sederhana. Masyarakat mengadakan judi sabungayam tanpa ijin. Jero Rawit, pemimpin Apitaik menderita malukarena saudaranya yang laki-laki dipenjarakan oleh pemerintah Belanda. Hukuman itu dirasakan kurang adil dan sangatmenyinggung kehormatan dirinya. Oleh sebab itu, Jero Rawitmemilih mati atau memberikan malu yang seimbang kepada Belandayang ada di Sisik (Lombok Timur). Untuk mencapai maksudnya itu,ia meminta bantuan kepada Mamiq Mustiasih, pimpinan desaGandor, dan Jero Nursayang, pemimpin Teros. Bantuan yang sama juga diminta pada Lalu Talip, pemimpin Memelak, yang kebetulansedang sakit hati karena merasa kecewa atas kebijakan Belandatentang pengaturan dan penempatan personalia di Praya. MamiqTalip merasa berjasa dalam menumpas kerajaan Mataram, tetapi justru tidak mendapat kedudukan. Karena itu bantuan yang dimintaoleh Jero Rawit segera dipenuhi dengan mengirim pasukan keGandor di bawah pimpinan Mamiq Badil.Maka pada malam jumat tanggal 1 Muharam 1318Hijriah,markas tentara Belanda di Sisik diserang dari barat. Pertempuran berlangsung beberapa hari. Pasukan pemberontak di bawah pimpinanMamiq Mustiasih terdesak mundur dan bertahan di Gandor. Dalam pertempuran terakhir, Gandor dibumihanguskan oleh Belanda.Pasukan pemberontak pun kacau-balau. Jero Rawit dan pengikutnyaditangkap dan dibuang ke Banyuwangi (Jawa Timur), sisanya yanglain dipindahkan ke hutan Selong. Mamiq Mustiasih sendiri dapatmeloloskan diri ke Memelak, di sana beliau bergabung denganMamiq Talip. Hutan Selong dibuka pada tahun 1896 M dankemudian menjadi ibu kota Onder Afdeling Lombok Timur tempatkedudukan controleur.
1.3.Pemberontakan Memelak (Lombok Tengah)
Pimpinan Perlawanan rakyat Memelak ini adalah Lalu Talip atau Mamiq Ocet Talip, Haji Ali, Haji Dollah. Ketiganya merupakan pimpinan Perang Praya ketika terjadi serbuan pasukan kerajaanMataram. Perlawanan itu sendiri dipicu oleh sikap Mamiq Sapiansebagai kepala Distrik Praya yang tidak menghargai jasa jasa pimpinan perang Praya dalam usaha menghancurkan kerajaanMataram. Pada waktu itu mereka hanya bertujuh, menghadapi ribuan tentara Mataram dan bertahan mati-matian di dalam masjid Praya.Sementara pasukan mataram dilengkapi persenjataan modem.Keberanian dan kegigihan mereka membentuk gelombang kekuatanyang dahsyat dan membangkitkan semangat masyarakat Sasak untuk melawan kekuatan Mataram di semua fron sampai akhirnya Mataramhanya bersifat defensif saja di daerah sekitar Mataram, Cakranegara dan Ampenan. Tetapi ketika Mataram telah hancur, mereka hanyadijadikan penonton saja.Itulah sebabnya mereka membangkang terhadap pemerintahBelanda dan bertekad untuk melakukan perang fisabilillah. Belanda menyerbu Memelak, tetapi ketiganya tidak mau menyerah bahkan pasukan penyerbu sempat terpukul mundur. Memelak kemudianmengambil sikap defensif. Pada penyerangan yang kedua, Memelak diserbu secara terbatas. Pertempuran terjadi di Lendang Marang.Rakyat Memelak dipimpin oleh Mamiq Badil. Ketika para pejuangMemelak terdesak, Mamiq Badil dapat meloloskan diri dari usaha penangkapan.Pemerintah Belanda sebenarnya menyayangkan sikap tiga pemimpin di atas dan masih berharap mereka man bekerja samauntuk tidak membuat huru-hara. Di bawah pimpinan controleur Englendberg, pihak Belanda meminta damai yang diterima oleh LaluTalip dan kawan-kawannya dengan syarat ketiganya akandiperlakukan dengan baik sesuai dengan jasa-jasanya dalam manghancurkan kerajaan Mataram.
8.4       Pemberontakan Pringgabaya
   8.4.1.    Pemberontakan Pringgabaya I
Meletusnya perlawanan rakyat  Pringgabaya I ini dipicu oleh sikap bapak Darwasih, seorang pemuka masyarakat di Pringgabaya Lombok Timur, yang merasa enggan untuk membayar pajak karenadirasa kurang adil dan terlalu membebani rakyat. Ketika Belanda hendak memaksanya dengan kekerasan, ia pun mengangkat senjata.Tetapi malang, ia akhimya tewas dan para pengikutnya dapat ditangkap dan dipenjarakan.

  8.4.2.     Pemberontakan Pringgabaya II
Pada tahun 1903pecah pemberontakan Pringgabaya II yangkemudian dikenal dengan nama Perang Bukit. Pemberontakan inidipimpin oleh Guru Kepak dan Pengantin Ratnayu. Perang Bukit bermula dari pertentangan antara Guru Kepak seorang pemuka agama di Pringgabaya dengan kepala Distrik Pringgabaya. GuruKepak merasa tersinggung kehormatannya karena tindakan kepaladistrik yang dirasakan kurang senonoh terhadap salah seorangkeluarga sang Guru. Terjadi perkelahian antar kedua pengikut puntidak dapat dihindari. Guru Kepak dan murid-muridnya bermaksuduntuk berdamai dengan kepala distrik, tetapi beliau malah ditangkap dan dipenjarakan di Selong. Setelah itu, seorang murid Guru Kepak yang setia, PengantinRatnayu memimpin murid-murid yang lain tampil membela gurunya.Perlawanan justru tertuju pada pemerintah Belanda yang membeladan melindungi kepala distrik.Dalam tempo yang singkat, perlawanan itu meluas ke wilayahLombok Tengah (Tuban, Batujai dan Praya) dan Lombok Barat(Gerung). Tetapi karena senjata yang digunakan massa rakyat sangatsederhana, pemberontakan ini dapat dipadamkan dengan cepat. Para pemimpin dan pengikutnya yang dipandang berbahaya dibuang keJawa, Sumatera dan pulau Timor.

1.4.PEMBERONTAKAN TUBAN (LOMBOK TENGAH)
Pemberontakan di Lombok Tengah sebenarnya merupakan kelanjutan dari Perang Bukit. Sebelum pemberontakan mi meletus,sempat tercium oleh Belanda dan akhirnya Tuban pun diserbu.Pemberontakan Tuban dipimpin oleh Mamiq Purwata dan LaluPujut. Keduanya sangat berpengaruh di kalangan masyarakat Tuban.Ketika terjadi penyerbuan terhadap daerah Tuban oleh pihak Belanda, kedua pemimpin tersebut dapat menghindar dari upaya  penangkapan.  Tetapi sebagai gantinya, anak dan isteri dari MamiqPurwata ditangkap dan dibawa ke Praya.
Ketika pasukan yang membawa anak dan isteri Mamiq Purwata berangkat ke Praya memasulci desa Kawo, mereka disergap oleh pasukan di bawah pimpinan Lalu Pujut. Pertempuran kembali terjadi di Ripapah. Dalam pertempuran itu Lalu Pujut tertangkap dan di penjarakan. Namun beliau dapat meloloskan diri denganmelompati pagar penjara. Di Rebonge (Pejanggik) beliau berhasil  mengumpulkan pengikut-pengikutnya. Tetapi akhirnya Lalu Pujut dapat ditangkap kembali di daerah  Bangket Parak. Sejak itu pasukan pemberontak tercerai-berai,  namun mereka tetap gigih melakukan perlawanan.Mamiq Purwata sendiri mengembara dan bersembunyi dari kampung ke kampung di desa Pujut. Satu-persatu temannya ditangkap dan ada juga yang tewas dalam pertempuran di Bagik Polak. Mamiq Migarsih dan Prapen tewas di desa Penarukan. Merekayang tertangkap dan diadili lalu dibuang ke luar daerah. Lalu Pujut,Mamiq Padma, Mamiq Utan dari Batujai, Papu' Ayu, Sirawi, LaluAntring dari Pringgabaya dan Syukur dibuang ke pulau Timor. Sebagian lagi dibuang ke Deli (Sumatera). Sedangkan Guru Saleh dibuang ke Jambi.Adapun Mamiq Purwata yang keluarganya ditawan, beliau bimbang antara menyerahkan diri atau memilih mati syahid. Akhirnya, demi keselamatan keluarganya, maka pada hari Jum' at beliau menampakkan diri pada musuh yang memburunya. Beliau mengenakan pakaian yang serba putih dengan keris di tangan. Beliau duduk di atas sebuah batu besar di Desa Tolotolot menghadap kiblat sambil berzikir. Pasukan Belanda yang akan menangkapnya menjadi ragu untuk mendekat. Tetapi akhirnya beliau tewas tertembus peluru.Jenazahnya dimakamkan di Sanggeng, di pemakaman leluhurnya.

1.5.PEMBERONTAKAN BATU GERANTING (BAYAN)
Pemberontakan Batu Geranting dipimpin oleh RadenRatsasih dan Raden Ratsayang. Tidak banyak catatan yang bias diperoleh dari peristiwa ini. Namun keberanian mereka untuk membangkang pajak telah menyebabkan Belanda murka. Merekapun disergap dan dibuang ke Jawa. Secara umum Belanda tidak terlalu kesulitan dalam menghadapi pemberontakan rakyat Sasak. Maklum saja, rakyat Sasak begitu kelelahan setelah sebelumnya berperang melawan pihak Bali. Hal itu membuat masyarakat kurang mampu mengorganisir diri untuk sebuah peperangan. Ditambah lagi dengan minimnya persenjataan. Namun sikap melawan orang-orang Sasak telah membawa dampak tersendiri bagi Belanda. Mereka tidak lagi menganggap remeh rakyat Sasak. Ini juga membuktikan bahwa masyarakat sasak ternyata sangat mampu berfikir tentang baik dan buruknya suatu kebijakan yang diambil pemerintah. Rakyat sasak  berani membela kebenaran dan sanggup mengorbankan nyawanya demi kehormatannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar